Move On



Berhubung hari ini masih berbau idul fitri saya ucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri, Minal Aidin Walfaizin yaah..

Kemarin tak sengaja ketemu temen lama, kami pun saling maaf memaafkan karena memang masih dalam suasana lebaran, dan kami pun ngobrol ngalor ngidul. Sampailah obrolan kami membahas babagan asmara, dan kemudian dia tanya Gimana sih caranya move on?. Gampang kok, jangan diingat-ingat lagi. Lupain aja..jawabku dengan santainya. Setelah ngomong gitu, pengen rasanya saya guling-guling di aspal dan ngobrol sama polisi tidur.

Move on ya, hmm. Ini bukan pertanyaan yang mudah untuk menjawabnya. Ini sebuah perkara yang sebenarnya klise, klasik, namun cukup sulit.

Apa Itu Move On ?

Menurut simbah Google, move on adalah kata serapan dari bahasa inggris yang artinya pindah. Jadi artinya bukan hanya tentang melupakan seseorang doang. Move on bukan hanya tentang mantan. Bisa juga teman dekat, teman tapi mesra atau teman tapi mendesah.eeh.. Tapi banyak orang yang mengasumsikan kata move ini dengan arti yang berbeda, seperti pindah kelain hati,pindah ke lingkungan lain, melupakan kenangan yang buruk dari masa lalunya. Tergantung siapa yang menggunakan kata ini. Move on ini bersifat general, tidak selalu tentang masalah percintaan tergantung orang mengartikannya.

Memang melupakan seseorang yang begitu kita cintai itu susah, bahkan sampai ada quote anonim yang bilang begini: “Trying to forget someone you love is like trying to remember someone you never met”. Atau seperti lagunya Didi Kempot, "Wis tak coba lali-lali, malah tansoyo kelingan".

Bukan hal yang mudah memang untuk melupakan apalagi menghilangkan perasaan terhadap orang yang kita sayang. Kebiasaan-kebiasaan lama yang dulu dilakukan bersama, sekarang hanya tinggal memori yang otomatis terarsip di otak. Sebenarnya, kita nggak bisa mengatur perasaan kita sendiri. Semua kadang terjadi diluar nalar tanpa di rencanakan, kenapa bisa begini, kenapa bisa begitu, dan lain sebagainya. Tapi perlu diingat, kita di ciptakan oleh Tuhan dengan kemampuan bersugesti. Ya, sugesti. Kita bisa memberikan sugesti kepada diri kita sendiri bahwa kita bisa dan mampu. Semua tergantung niat, mau terus-terusan terpuruk sementara si dia sudah bahagia atau mencoba bangkit dan membuktikan bahwa bahagia kita bukan hanya dari dia.
Dan kalau memang sudah ada niatan untuk Move On jangan hubungi dia. Intinya, batasi komunikasi.

Memang tak mudah melupakan kenangan bersama dia yang tersayang, butuh usaha yang keras dan niat yang kuat. Kata Pablo Neruda “Love is so short, forgetting is so long”. Apa lagi buat sampeyan yang pernah menjalin hubungan dengan si dia dalam waktu yang lama dan sering bersama. Waah pasti kenangannya banyak.. Cukup dengan ikhlas maka semua akan terasa baik-baik saja. Karena ikhlas adalah kunci. Toh, kenangan itu bisa jadi cerita yang menarik untuk anak cucu kelak. kenangan manis atau pait itulah yg membuat lengkap hidup kita. Tanpa kenangan gak bakal ada "cerita" masa kini apalagi masa depan. Sampeyan ingin kisah percintaanmu bahagia atau senang terus?? Hah..rumangsamu!!! Serahkan semuanya pada Allah, insya Allah semua akan dipermudah.
    "Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan"(Q.S. Al Insyirah ayat 5-6.)

Jadi kesimpulannya, Move on bukanlah sesuatu yang menyeramkan. Move on adalah tantangan dimana kita akan naik satu tingkat ke level yang lebih tinggi lagi. Karena bagaimana dan kenapa seseorang move on, secara tidak langsung menggambarkan sampai mana sifat kedewasaannya.

Move on juga nggak harus punya yang baru kog. Karena itu hanya akan jadi sebatas “pelampiasan” atau hanya sekedar "pelarian". Keputusan untuk tetap tenggelam dalam kesedihan atau bangun menata masa depan adalah pilihan. Berhenti mendoktrin hati untuk harus lupa dari si dia. Kalau sampeyan ingin 100% lupa sama saja dengan Amnesia.
Dunia ini nggak selebar daun kelor. Cinta juga bukan untuk dibikin galau. Daripada terus meratapi keadaan, mendingan kamu coba untuk menikmati kehidupan.

Cobalah mencari kesibukan untuk meminimalisir adanya “lonely moment” paska berakhirnya sebuah hubungan. Mengembangkan hobi misalnya, atau sering nongkrong bareng temen. Seiring berjalannya waktu, sampeyan akan move on dengan sendirinya karena kegiatan-kegiatan yang kamu lakukan.

Babagan Katresnan iku ora adoh saka Nglalekne lan Nglilakne.


-KENTHUS

Sekali lagi, kuncinya Niat dan Ikhlas.
Sekian dan terima kasih, jangan lupa bahagia!


0 Response to "Move On"

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel