Lebaran, Jomblo dan Pertanyaan 'Kapan Nikah?'





Wah, Ramadhan tahun ini tak terasa sudah mau berlalu, dan kita semua sekarang sedang bersuka cita mempersiapkan diri untuk menyambut datangnya Hari Idul Fitri atau yang lebih akrab dikenal dengan lebaran, hari kemenangan umat muslim di seluruh dunia.

Lebaran menjadi salah satu moment untuk berkumpul bersama keluarga, untuk saling bersilaturahmi. Bahkan mereka yang sedang merantau rela mudik menempuh ratusan kilometer untuk merayakan lebaran bersama keluarga.

Apa sih yang paling dikangenin saat Lebaran? THR? Kumpul-kumpul keluarga? Makanan enak? Baju baru? Malam takbiran? Libur panjang? Mudik? Atau reunimantan?

Idul fitri atau lebaran memang begitu mengasyikkan dan penuh kegembiraan, tapi tidak bagi sebagian kaum jomblo (sebagian mblo, tidak semua looh..) terutama bagi jomblo yang sudah memasuki usia pantas menikah tapi belum kunjung menikah, biasanya ada saja yang iseng bertanya begini.
    Kapan nikah??
    Eh, sudah punya calon belum?
    Mau tunggu apa lagi? Itu temenmu udah manak, kamu kog ndak buruan nikah. Nunggu apa??

Jujur, saya sudah menjadi langganan pertanyan seperti itu. Tapi, mau menghindar juga susah.. Lebaran dan pertanyaan "kapan nikah??" kadang emang udah sepaket.. Mau dipisahin? Kayaknya susah..
Jika sampeyan ditanya 'Kapan Nikah?' tidak usah minder atau malu. Senyumin aja. Hadapi aja dengan tabah dan sebisa mungkin nggak usah dimasukin ke hati..Jawab apa adanya, ndak usah malu.

Anggap saja pertanyaan tersebut sebagai bentuk perhatian mereka sama sampeyan. Bisa juga pertanyaan tersebut hanya abang-abang lambe karena tak ada bahan obrolan lain..

Menikah itu soal waktu, bukankah takdir setiap manusia itu berbeda-beda. Seperti umur, sampeyan tak kan pernah tahu kapan sampeyan meninggal, begitu pula dengan pernikahan. Selain itu, cara atau gaya hidup tiap orang berbeda. Ada orang yang tidak siap menikah di usia muda. Ada juga yang memang tidak mau menikah (tentunya mereka punya alasan sendiri untuk itu).

Menikah bukan soal, ndang cepet – nunggu apa dan seterusnya dan seteruuusnyaa… . Ini bukan soal cepet-cepetan, bukan balap karung!
Ingatlah pula bahwa menikah bukan tentang siapa yang paling cepat, tapi adalah tentang siapa yang paling tepat. Menikah perlu kesiapan lahir dan batin.

Menikah karena tuntutan justru akan membuat pernikahanmu tidak bahagia. Menikah bukan hanya tentang berakhirnya sebuah perjuangan cinta, tapi awal dari perjuangan cinta yang lebih berat. Menikah bukan hanya perasaan sayang, tapi juga sebuah tanggung jawab. Dan menikah itu bukan hanya menyatukan dua manusia yang saling cinta, tapi juga menyatukan dua keluarga yang berbeda.

Wahai kalian yang suka bertanya kapan nikah? tahukah kalian bahwa alasan seseorang belum menikah adalah hal yang sangat pribadi. Pertanyaan ini sama tingkatannya ketika saya menanyakan persoalan ranjang kalian dengan pasangan masing-masing, sama 'level'nya ketika saya bertanya tentang bentuk tubuh apa yang kalian sembunyikan di balik pakaian kalian. Bersediakah kalian untuk menceritakan hal-hal itu jika saya menanyakannya? Bersediakah kalian menceritakan setiap detilnya atau bahkan menunjukkannya di depan mata saya langsung hingga terpampang nyata? Tentu tidak. Seberapa kuatpun saya berusaha untuk menanyakan hal tersebut, kalian akan semakin menutupinya dan bahkan akan mengatakan bahwa pertanyaan saya tersebut tidak sopan atau kurang ajar. Dan jika saya terus bertanya, lagi dan lagi, kalian bahkan mungkin akan mendaratkan tangan atau kaki kalian di muka saya untuk membuat saya berhenti bertanya.

Buat para jomblo yang keleleran di luar sana, tetaplah tabah dan jangan pernah menyerah. Sampeyan Ora Dewe!!!!!. Yakinlah Allah sudah mempersiapkan yang terbaik untuk sampeyan. Semoga lebaran tahun ini di pertemukan jodohnya ya mbloo.. amiin !!!


Terima kasih :)

Comments
0 Comments

0 Response to "Lebaran, Jomblo dan Pertanyaan 'Kapan Nikah?'"

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel