Akad - Payung Teduh



    "Bila nanti saatnya t'lah tiba
    Kuingin kau menjadi istriku
    Berjalan bersamamu dalam teriknya hujan
    Berlarian kesana-kemari dan tertawa...

    Namun bila saat berpisah t'lah tiba
    Izinkanku menjaga dirimu
    Berdua menikmati pelukan diujung waktu
    Sudilah kau temani diriku"

Setelah beberapa waktu lalu banyak pria yang patah hati atas pernikahan raisa dan hamish , kemudian muncullah single baru dari Payung Teduh yang berjudul AKAD. Lagu ini terasa seperti "Someone Like You"-nya Adele di tahun 2012, atau "Surat Cinta Untuk Starla"-nya Virgoun atau seperti lagu "Kanggo Riko" yang di nyanyikan oleh Demmy, di mana setiap warung kopi, speaker mal, mbak-mbak gemes dalam angkot, sampai pengamen di pinggir lampu merah tak luput nembang lagu yang sedang booming ini.

Seiring dengan naiknya popularitas lagu tersebut semakin banyak pula yang melakukan yang menyanyikan kembali lagu ini di Youtube, seperti Hanin Dhiya, Alffy Rev Official, Gen halilintar, Angga Candra dan masih banyak lainnya.

Saya kadang sedikit bertanya, apa yang yang membuat kaum milenial menganggap musik tersebut dikategorikan sebagai musik easylistening, kenapa lagu ini sekarang menjadi sangat terkenal?

Lagu akad ini terbilang berbeda dengan lagu-lagu Payung Teduh sebelumnya, lagu akad ini bernuansa ceria yang cocok dinyanyikan ketika seseorang ingin melamar kekasihnya. Saya mengakui ketekunan Payung Teduh dalam mengelola lirik-lirik dan kelihaian penyampaian pesan lagu-lagu mereka yang membuat hati tertusuk dan terburai, ingat lagunya payung teduh yang berjudul Untuk Perempuan Yang sedang Dalam Pelukan? Resah? Berdua saja? Mari Bercerita?

Lagu-lagu diatas tentu saja berbeda level dengan lagu cinta yang isinya selingkuh, ditikung teman dan patah hati. Agaknya Payung Teduh mampu mengembalikan narasi soal percintaan walaupun jarang menukil kata-kata cinta didalamnya, membuat muda-mudi yang kasmaran semakin meledak-ledak dan jomblo yang kesepian makin berkhayal-khayal..hhhaa

"Bila nanti saatnya t'lah tiba
Kuingin kau menjadi istriku
Berjalan bersamamu dalam teriknya hujan
Berlarian kesana-kemari dan tertawa...
Bagi Saya, yang (masih) jomblo , lagu "Akad"nya Payung Teduh ini adalah sebuah lagu yang berperan ganda; mengingatkan, sekaligus memotivasi.
Dari sinilah, Saya justru dapat berefleksi. Pernikahan bukan sekadar status di KTP, ajang adu cepat, urusan nafsu, ajang pamer kemesraan di media sosial, atau penanda berakhirnya masa lajang. Pernikahan juga adalah soal tanggung jawab, kepada diri sendiri, pasangan, sesama, dan Tuhan. Tuhan hanya akan mengizinkan kita sampai ke level ini, jika kita memang sudah pantas mencapainya. Hal ini, tentunya adalah demi kebaikan kita, dan pasangan kita kelak. Di sini, kita hanya perlu terus berproses, agar menjadi pribadi yang makin baik. Supaya, ketika saatnya tiba, kita sudah benar-benar siap lahir batin.

Jadi, jika ternyata ada teman sebaya yang sudah menikah atau berkeluarga duluan, kita tak perlu berkecil hati. Tak perlu minder dan jangan gantung diri ya mbloo. Tetaplah sabar, ikhlas dan ikhtiar. Setiap orang mempunyai jalan, dan gilirannya masing-masing. Karena, meski pada prosesnya penuh intrik, dan persaingan, kehidupan di dunia fana ini adalah sebuah perjalanan, menuju kehidupan selanjutnya, yang kekal dan abadi... eaaa....

Comments
0 Comments

0 Response to "Akad - Payung Teduh"

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel