Kisah Cinta Dewi Arimbi



Alkisah pada suatu jaman terdapat suatu Kerajaan didalam hutan belantara bernama Kerjaan Pringgadani. Kerajaan yang diisi oleh makhluk berjenis Raksesa/Raksesi atau dalam bahasa sehari-hari disebut dengan istilah Raksasa, bisa dibayangkan bentuk tubuh mereka pasti gede-gede dan medeni bocah. Dalam kerajaan tersebut terdapat seorang Dewi bernama Arimbi yang tidak lain dan tidak bukan adalah Adik dari sang raja Pringgadani pada masa itu yaitu Prabu Arimba.

Karena berasal dari Pringgadani dan keturunan asli dari kerajaan tersebut tentulah Dewi Arimbi ini berwujud yang tidak jauh berbeda dengan kaum sebangsanya yaitu berupa raksasa dengan bentuk badan yang besar, bergigi tajam dan berwajah tidak secantik manusia pada umumnya.

Suatu ketika datanglah serombongan keluarga para kesatria gagah perkasa yang dalam dunia Pewayangan mempunyai nama Pandawa. Para Pandawa tersebut tersesat masuk kedalam hutan karena melarikan diri setelah ditipu oleh para Kurawa ketika mereka mengadakan pesta di Kerajaan Amarta. Dari beberapa kisah yang saya baca latar belakang mereka melarikan diri ke hutan karena dijebak oleh paman mereka yaitu Sengkuni yang membakar tempat mereka tidur.

Rombongan yang terdiri dari Ibu, Kakak beserta Adik dari Werkudara ini memasuki hutan dalam area Kerajaan Pringgadani. Dan tanpa pikir panjang pada saat itupun Werkudara beserta kakak dan para adiknya melakukan pembalakan liar untuk membuat tempat atau pemukiman untuk mereka tinggal. Hingga pada akhirnya kerajaan Pringgadani mengetahui ada penebangan hutan tanpa seijin dari Dinas Kehutanan Kerajaan Pringgadani.

Mengetahui hal itu Arimbi adik dari Prabu Pringgadani meninjau langsung ke lokasi kejadian dan bertemu dengan Werkudara yang sedang menebangi pohon. Arimbi yang sebelumnya datang dengan modal tidak terima langsung luluh dan terpesona dengan Werkudara yang pada saat itu menebang pohon dengan tangan kosong, tanpa kampak, tanpa labung dan tanpa chainsaw tentu saja.

Kegagahan, serta ketampanan dari Werkudara ini membuat Arimbi mengalami apa yang dinamakan Cinta Pada Pandangan Pertama. Namun apa daya, seorang Arimbi yang berwujud Raksesi ini tentulah tidak membuat seorang Werkudara tertarik. Sapaan, rayuan bahkan kode dari Arimbi pun tak digubrisnya. Mungkin jika dibandingkan dengan jaman sekarang Werkudara ini seperti seorang Seleb ya.

Namun Arimbi bukanlah seorang wanita yang mudah menyerah, perasaan cintanya yang tulus dan sangat kuat membuat dia tak kuasa untuk berpaling dari seorang Werkudara. Pujaan, sepikan, rayuan dia lontarkan bahkan saya masih meyakini jika pada jaman tersebut sudah ada Twitter atau Facebook dan Arimbi menggunakan Smartphone pastilah dia sering menyambar twit ataupun status dari Werkudara yang tak jarang ngetwit “Bidadari udah bobo?”, dan yang pasti mention Arimbi ini tidak akan dibalas sehingga membuatnya sering melakukan nomention.

Hingga pada suatu kesempatan dengan perasaan cintanya yang meledak-ledak dia memeluk kaki seorang Werkudara dan memintanya untuk menjadi suaminya. Werkudara yang melihat hal tersebut merasa risih dengan sikap dari Arimbi. Mungkin dia berpikir “lu siapa sih kok mak bedunduk nyikep-nyikep sikil gue”.

Sambil menangis Arimbi tak henti-hentinya memohon kepada Werkudara, bahkan dia sampai terseret-seret bersama langkah Werkudara yang menge-prek-kannya. Yah namanya juga Cinta, tentu membuat orang yang diserangnya menjadi buta, dan itulah yang dialami Arimbi. Ketulusan perasaan yang dimilikinya meskipun sebatas pandangan pertama membuat dia menjadi seorang pengemis cinta yang berjuang gigih memperoleh harapannya.

Sampai pada akhirnya Dewi Kunti ibu dari Werkudara melihat Arimbi yang menangis pilu karena penderitaan cintanya. Melihat hal tersebut Dewi Kunti menyadari Ketulusan Cinta yang dimiliki Arimbi. Dengan rasa iba, Dewi Kunti membelai rambut Arimbi yang gimbal, lecek, buluk dan tak terawat itu sambil berkata “Duh… Ayune bocah iki…”.
Sepenggal kata dari Dewi Kunti tersebut langsung membuat Arimbi yang berwujud Raksesi berubah menjadi seorang wanita cantik, berbodi seksi, berpipi tembem dan..sebentar.. sepertinya Arimbi tidak mempunyai gingsul, tapi tenang saja dia tetep cantik kok. Iya cantik seperti kamu ehh...

Tentu hal ini membuat para pengusaha Salon dan Perawatan Kencantikan resah karena usaha mereka bisa bangkrut dengan adanya kejadian ini. Namun ada seseorang yang lebih resah yaitu Werkudara. Yap.. Pria yang sebelumnya mengacuhkannya tiba-tiba saja jatuh hati kepada Arimbi, sat set bras bres Werkudara langsung mau menjadi suami Arimbi.

Pendek kata cerita panjang lebar ini mempunyai satu pokok kesimpulan dimana Cinta Pada Pandangan pertama itu menjadi modal dari sebuah ketulusan cinta yang sesungguhnya, berbeda dengan cerita Bandung Bandawasa yang pernah saya tuliskan sebelumnya.

Cerita ini mempunyai happy ending meskipun sebenernya kisah cinta Arimbi dan Werkudara menyisakan masalah ketika mereka berdua mendaftarkan diri di KUA. Masalah ini terjadi karena tak lain dan tak bukan Werkudara sudah mempunyai dua istri dan dia juga mempunyai masalah dalam hal admisintrasi kependudukan. Yap masalah ini terjadi karena Werkudara mempunyai banyak nama yaitu Werkudara, Bima, Bratasena, Gandawastratmaja, Dwijasena, Arya Sena, Wijasena, Dandun Wacana, Jayadilaga, Jayalaga, Kusumayuda, Kusumadilaga, Arya Brata, Wayunendra, Wayu Ananda, Bayuputra, Bayutanaya, Bayusuta, Bayusiwi, Bilawa, dan Bondan Peksajandu.
Dan sampai hari ini belum ada Akta Kelahiran yang dikeluarkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil untuk Werkudara sehingga hal tersebut menghambat proses pendaftaran pernikahan di Kantor Urusan Agama.


Sekali lagi cerita ini memberikan kesimpulan bahwa Cinta Pada Pandangan Pertama dan Ketulusan Cinta itu ada serta berakhir bahagia…

Kisah Arimbi di atas saya tulis dan saya ceritakan kembali sebatas apa yang saya ketahui. Seandainya kisah ini berlainan dengan Pakem yang ada, maka harap dimaklumi.

Comments
0 Comments

0 Response to "Kisah Cinta Dewi Arimbi"

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel