Hai Perempuan, Selamat Hari Perempuan



Hari ini tanggal 08 maret diperingati sebagai Hari Perempuan Internasional (International Women Day). Banyak versi mengenai awal ditetapkannya tanggal tersebut sebagai hari bersejarah bagi kaum hawa, yang pertama berdasarkan ketetapan pemerintah Rusia untuk memberikan hak suara yang sama dalam pemerintahan, 97 tahun silam tepatnya 8 Maret 1917. Versi lain dalam penetapan hari istimewa ini, disebutkan bahwa pada tahun 1913 berangkat dari aksi-aksi perempuan dari berbagai penjuru dunia dalam memperjuangkan hak-hak atas diskriminasi, penindasan , pelecehan seksual pada periode awal Perang Dunia Pertama, berbagai organisasi perempuan dari negara-negara Eropa berkumpul melangsungkan aksi protes untuk perdamaian yang jatuh pada tanggal 8 Maret 1913.


Seharusnya setiap perempuan bangga dan merasa terhormat menyandang anugerah menjadi perempuan. Ada hari ibu dan tak ada hari bapak. Ada hari perempuan, tapi tak ada hari lelaki. Perempuan memang istimewa. Karena itulah, nabi pun pernah bersabda 'wanita itu tiang tegaknya budaya negeri, jika wanita itu akhlaknya baik, menjadi baiklah budaya negeri itu, dan jika wanita itu akhlaknya rusak,maka menjadi rusaklah budaya negeri itu'. Baik dan buruk disini bukan dalam artian fisik lho. Tapi dalam perilaku.

Dalam Islam perempuan dijaga kehormatan dirinya dengan perintah jilbab dalam Surah Al Ahzab : 59. Dengan mengenakan jilbab perempuan Islam menjadi lebih terjaga dan mudah dikenali sehingga ia akan terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.
Tapi dijaman sekarang ini kebanyakan wanita malah bangga mengumbar tubuh mereka. Hehehee..



Wanita itu tidak hanya masak, macak dan manak.
1. Masak (memasak)
Tidak sekadar membuat/mengolah makanan, melainkan memberi 'nutrisi' dalam rumah tangga sehingga tercipta keluarga yang 'sehat'. Dalam aktivitas memasak pula seorang wanita harus memiliki kemampuan meracik, menyatukan, dan mengkombinasikan berbagai bahan menjadi satu untuk menjadi sebuah 'makanan'.

2. Macak (berhias)
Jangan dimaknai hanya sebagai aktivitas bersolek mempercantik diri. di dalamnya terkandung makna menghiasi atau memperindah 'bangunan' rumah tangga.

3. Manak (melahirkan anak)
Tidak semata proses bekerja sama dengan suami dalam 'membuat anak', mengandung dan melahirkan seorang buah hati. akan tetapi mengurus, mendidik, dan membentuk karakteristik seorang anak hingga menjadi manusia seutuhnya.


Dari sebuah keluarga, seorang wanita mendidik anak-anak dengan baik. Anak-anak tumbuh dalam limpahan kasih sayang, diajari bersikap sopan (ungah-ungguh), diajari berbagai ketrampilan hidup. Anak tumbuh dewasa dengan membawa kenangan baik terhadap keluarga, mereka tumbuh menjadi pribadi yang memiliki karakter kuat. Sebaliknya, jika sang ibu tak bisa mendidik anak dengan baik, maka anak-anak tumbuh menjadi generasi frustasi.


Dalam sebuah hidup berumah tangga, seorang wanita mendampingi suaminya. Memberikan saran yang baik, menguatkan kala suami sedang terpuruk, tak menuntut hal-hal diluar kemampuan sang suami. Suami betah di rumah, suami bekerja dengan tenang di luar rumah. Sebaliknya, seorang perempuan juga dapat menjerumuskan suaminya ke dalam hal yang tidak baik. Mempengaruhi untuk menggelapkan dana perusahaan, misalnya. Demi memenuhi keingingan perempuan terhadap hal-hal diluar kemampuan finansial sang suami.


*******


Jika anda lelaki, banggalah pada perempuan yang telah melahirkan anda. Banggalah terhadap perempuan yang mendampingi hidup anda. Banggalah pada anak-anak perempuan anda. Banggalah pada setiap perempuan yang telah mewarnai hidup anda dan berterima kasihlah kepada perempuan.


SELAMAT HARI PEREMPUAN SEDUNIA


Comments
0 Comments

0 Response to "Hai Perempuan, Selamat Hari Perempuan"

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel