Sandaran Hati oleh Letto



Pasti kalian sudah gak asing dengan nama grup band Letto, yap bener grup band letto yang dibentuk tahun 2004 dan berasal dari Kota Gudeg (Yogyakarta) ini beranggotakan Noe (Sabrang Mowo Damar Panuluh) sebagai vokalis, Patub (Agus Riyono) sebagai gitaris, Arian (Ari Prastowo) sebagai bassis, dan Dhedot (Dedi Riyono) sebagai drummer.


Jauh sebelum saya mengenal Cak Nun, yang mana beliau adalah ayah dari NOE / SABRANG vokalis Letto, saya sudah jatuh hati pada lagu-lagu mereka. Lebih dulu kenal karya mereka. Sebut saja lagu Ruang Rindu, Sebelum Cahaya, Sebenarnya Cinta, Sampai Nanti.
Lagu-lagu Letto punya tempat sendiri di hati. Betapa tidak, setiap kali mendengarkan lagu-lagu mereka, hati saya dengan sendirinya bekerja pada level sensitivitas yang lebih dalam. Peka yang terpancing. Suguhan lirik-liriknya ketika didengarkan selalu matching dengan suasana hati, merasa terwakili. Maklum, lagu-lagu ini hadir dan menemani masa-masa “galau” saya pada waktu itu. haha.. :D

Ok langsung saja, daripada curhat terselubung;



Sandaran Hati (Album Truth, Cry, and Lie). By: Letto

Yakinkah ku berdiri,di hampa tanpa tepi..
bolehkah aku, mendengarMu

Ketika kegamangan menghampiri diri,seolah hidup hanyalah hampa yang tak berkesudahan. Dalam situasi seperti itu, petunjukNYA-lah yang paling dibutuhkan. Membisikkan Nurani.


Terkubur dalam emosi, tak bisa bersembunyi
Aku dan nafasku, merindukanMu
Terpuruk ku di sini, teraniaya sepi dan ku tahu pasti,
KAU menemani...

Dalam hidupku kesendirianku Dalam kegamangan, kesendirian, sepi melingkupi hati, emosi “menindih” kesadaran diri, sesungguhnya kita sedang merindukanNYA. Lalu kita tersadar, dalam situasi apapun, cuma dia-lah yang paling dekat, yang akan menemani.


Teringat ku teringat..
Pada janjiMU ku terikat
Hanya sekejap ku berdiri,
Kulakukan sepenuh hati

Ketika meyakini agama yang kita anut, Tuhan yang kita sembah, dan meyakini kerajaanNYA, kita terikat untuk tidak akan berpaling dariNYA. Menjalankan perintahNya dan Menjauhi segala laranganNya. Dalam islam, menghadap Allah melalui Sholat akan dilakukan dengan penuh kekhusuk’an. kita menyadari sepenuh hati posisi diri, bahwa Allah adalah pihak pertama dalam hidup kita.


Peduli ku peduli
Siang dan malam yang berganti
Sedihku ini tak ada arti
Jika KAUlah sandaran hati, KAUlah sandaran hati

Melalui kesadaran posisi diri sebagai makhluk ciptaanNYA, susah dan senang yang datang silih berganti hanyalah caraNYA bermesraan dengan kita. Kesedihan yang menghampiri, semoga takkan sampai menghilangkan kejernihan jiwa kita, asal KAUlah sandaran hati, ”tempat mengaduku”.



Inikah yang KAU mau
Benarkah ini jalanMu
Hanyalah ENGKAU yang ku tuju

Dalam kegamangan, dalam ketidak tahuan, kita akan bertanya-tanya, bimbang. kepadaNYA kah kita menuju? atau bukan? kalau bukan, kembalikanlah kejalanMU. Kita sedang memohon petunjukNYA. Seperti bunyi ayat ke-6 surat Al fatehah, “tunjukkannlah kami ke jalan yang lurus”.



Pegang erat tanganku
Bimbing langkah kakiku
Aku hilang arah Tanpa hadirMu
Dalam gelapnya, malam hariku

Kita berlindung dan berserah diri sepenuhnya kepada Allah dari gelapnya malam (ketidak tahuan akan misteri hidup). Hidup sejatinya adalah gelap malam, penuh misteri, ketidak tahuan. Oleh karena itu, CahayaNYA lah sebagai penolong.



Sekian,
Itulah Lirik Sandaran hati dari Band Letto. Jika ada salah mohon maaf :)







Comments
0 Comments

0 Response to "Sandaran Hati oleh Letto"

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel